Tanaman Berkomunikasi Melalui Berbau, Memberikan Makan Kerabat Serta Mempunyai Logat Kedaerahan

Bagaimana bila nyatanya Anda sudah lakukan kekeliruan saat mengonsumsi tanaman? Bagaimana bila ilmuwan menjelaskan pada Anda jika tanaman mempunyai potensi mengingat?

Presenter BBC serta pakar botani, James Wong temukan tanaman bukan sekedar mahluk pasif yang berakar di satu tempat – mereka dapat lakukan beberapa hal yang awalnya dipikir cuma bisa dikerjakan binatang atau serta cuma oleh manusia.

Mengakibatkan, beberapa pakar botani melihat beberapa tanaman jadi mahluk pintar.

Berikut yang didapati generasi baru pakar botani:

  1. Tanaman berkomunikasi melalui berbau

Hak atas photo Getty Images

Image caption Saya memberitahukannya pada Anda, demikian komunikasi dari satu pohon almond ke sesamanya.

Tanaman bisa berkomunikasi melalui produksi berbau yang diberi nama senyawa organik volatile melalui udara.

Berbau ini diterima sisi lain tanaman yang sama – atau tanaman tetangganya – yang selanjutnya bereaksi, contohnya mengubah pertahanan membuat perlindungan diri mereka supaya tidak dikonsumsi serangga.

  1. Semak sagebrush mempunyai dialek kedaerahan Baca juga : https://elokfarm.com

Hak atas photo Getty Images

Image caption Hai, saya sebutkan jika Anda tidak datang dari tempat ini..

Profesor Rick Karban, dari University of California, Davis, mempelajari sagebrush – semak wangi kayu yang tumbuh di kondisi kering serta setengah-kering.

Karban temukan semak sagebrush lebih efisien berkomunikasi dengan tanaman tetangga dibanding yang tumbuh memiliki jarak lebih 200 km darinya.

Faktanya? Tanaman yang jauh memakai dialek regional yang tidak sama untuk berkomunikasi.

Karban serta teamnya bisa mengukur serta pastikan ini dengan memakai potongan sagebrush utara serta selatan di tempat utara serta selatan, untuk pastikan jika dialeknya yang tidak sama serta bukan pembicaraannya.

  1. Tanaman bisa menyambungkan suara dengan makanan, sama dengan anjing Pavlov

Hak atas photo Getty Images

Image caption Ke mana arah makanan?

Di era ke-19, ilmuwan Rusia Ivan Pavlov temukan jika anjingnya bisa menyambungkan suara lonceng dengan kehadiran makanan.

Ia akan membunyikan lonceng sebelum memberi makanan serta binatang selanjutnya akan mendatangi dengan air liur waktu mendengarnya, sebelum makanan diberi.

Belakangan ini, Dr Monica Gagliano dari University of Western Australia, lakukan hal sama – tapi pada bibit kacang.

“Makanan” yang Dr Gagliano gunakan ialah sinar biru serta jadi alternatif lonceng, suara kipas angin. Apa kacang bisa menyambungkan suara dengan kehadiran makanan?

Ia membuat suatu labirin simpel berupa huruf Y serta menanam bibit di dasarnya: pemikirannya ialah jika tanaman bisa tumbuh pada tangkai huruf dan di bagian yang membelah dua, tanaman akan pilih sisi ke arah makanan.

Sepanjang eksperimen, satu jam sebelum sinar biru (makanan) akan cemerlang, tanaman bisa dengar suara kipas angin.

“Pekerjaan yang saya beri ialah penentuan: sesaat bibit tumbuh serta datang dibagian dimana huruf bercabang dua, tanaman harus putuskan akan ke kiri atau ke kanan. ”

Hak atas photo Getty Images

Image caption Insting alamiah tanaman ialah tetap ikuti sinar.

Sinar biru tidak selamanya hadir dari sisi yang sama huruf Y, tapi tetap didahului dengan kipas angin – serta tanaman belajar untuk hidup dengan mengikutinya.

Tapi apa yang berlangsung sesudah seringkali training, sesaat kipas angin serta sinar hadir dari arah yang tidak sama?

Tanaman tidak ikuti insting alami untuk ikuti sinar serta malah tumbuh mengarah kipas angin: seperti anjing Pavlov, tanaman ini belajar menyambungkan suara kipas angin dengan makanan.

“Puncak kacang memikirkan makanan sebelum ada, sebab menghubungkannya dengan kipas angin,” kata Dr Gagliano.

Tanaman belajar menyambungkan, mengingat serta melakukan tindakan berdasar hal tersebut – tapi ada pertanyaan akhir yang masih butuh dijawab.

“Siapa yang memikirkan? Siapa yang berpikir? Siapa yang lakukan penghitungan serta siapa yang pilih?” bertanya Dr Gagliano.

  1. Tanaman bisa mainkan ‘bisikan Cina’ serta mengingat pesannya

Hak atas photo Getty Images

Image caption Jangan berikan siapa saja!

Tanaman bisa berkomunikasi lewat cairan yang dikeluarkan lewat akar, selain berbau yang dikeluarkan melalui daun.

“Ini seperti permainan bisikan Cina,” kata Prof Ariel Novoplansky, dari Ben-Gurion University, Negev, Israel, saat satu baris beberapa anak berpegangan tangan serta “anak pertama membisikkan suatu hal ke telinga tetangganya, serta pesan terus dikatakan ke anak selanjutnya, hingga kemudian sampai ujung barisan.”

Apa ini akan kerja secara sama pada tanaman laboratorium? Contohnya satu tanaman memiliki masalah sebab kekurangan air, apa pesan yang dikatakan, “Berhati-hati, kekeringan akan tiba!”?

Prof Novoplansky meletakkan spesimennya di pot, semua sebaris, pastikan tiap tanaman cuma mempunyai dua akar: sebuah di potnya serta yang lain di pot tanaman tetangga – sama dengan beberapa anak berpegangan tangan.

Ini membuat rantai tanaman yang tidak terputus, berkaitan melalui akar, sampai lima tanaman panjangnya.

Kesimpulannya menarik: saat tanaman share akar, mereka akan mengemukakan pesan dari akar pertama tanaman pertama sampai ke tanaman paling akhir di barisan.

Hak atas photo Getty Images

Image caption Tananam di pot peluang terisolasi, tapi apa yang berlangsung bila share akar?

Untuk percobaannya, Prof Novoplansky menjelaskan akar pertama tanaman pertama pada kekeringan – tapi ia masih menyirami tanaman yang lain.

Meski begitu ilmuwan bisa mengukur pesan mengenai kekeringan yang dikatakan berantai, sebab tanaman diakhir barisan tutup pori-pori daun untuk kurangi kekurangan air, sama dengan yang dikerjakan tanaman kehausan.

“Kami dapat menunjukkan, untuk kali pertamanya, jika info ini bukan sekedar dikatakan ke tetangga samping, tapi pesan bisa dikatakan berantai, seperti dampak domino, ke makin banyak tetangga,” kata Prof Novoplansky.

  1. Tanaman bisa memberikan makan kerabatnya

Hak atas photo Getty Images

Image caption Masalah keluarga

Pohon bisa share nutrien, tapi mereka pilih untuk share dengan kerabatnya, bukan pada pohon yang tidak memiliki jalinan keluarga.

Dibagian mana saja rimba, pohon sama-sama terkait melalui jaringan jamur bawah tanah – jamur mengkaitkan akar pohon dalam skema simbiotik namanya mycorrhiza.

Ini diberi nama “wood wide situs” oleh Prof Suzanne Simard, pelopor ini serta ia sudah memperhatikan bagaimana pohon mengemukakan baik info atau nutrien ke yang lain melalui mycorrhiza.

Penambahan , mereka bisa memperbedakan pohon bagian keluarga serta bukan kerabat, serta jadi misalnya, mengirim makin banyak karbon ke kerabatnya bukan ke faksi asing.

Hak atas photo Getty Images

Image caption Sama dengan manusia, pohon semakin lebih share makanan dengan keluarga, bukanlah ke orang asing.

Menurut Prof Simard, pohon memang lebih ingin share dengan keluarga – serta yang memutuskan ialah pohon, bukanlah jamur.

Dr Brian Pickles, dari University of Reading, bekerja bersama dengan Prof Simard mengetes teori pada biji pohon: ia meletakkannya bersama di pot, biji bersaudara atau yang tidak terkait keluarga di laboratorium, tidak pada tanah rimba yang kaya jamur.

Serta memang nyatanya ia temukan beberapa saudara makin banyak share dengan semasing mereka dibanding dengan faksi asing.

Bedanya kecil, tapi cukup membuat suatu bibit yang kritis jadi bisa bertahan hidup.

  1. Tanaman mempunyai makin banyak indera daripada kita

Hak atas photo Getty Images

Image caption Tumbuh cuma ke atas.

Tanaman tidak mempunyai otak, tapi tanpa ada otakpun – serta tanpa ada neuron – mereka bisa lakukan beberapa hal yang manusia cuma dapat lakukan dengan memakai otak serta organ indera yang lain.

Tanpa ada mata, tanaman bisa tahu banyak info mengenai sinar: tanpa ada hidung, mereka bisa tahu info kimiawi seperti berbau: tanpa ada telinga mereka bisa mengerti getaran suara.

Ilmuwan telah menunjukkan tanaman benar-benar mengerti apa yang berlangsung di sekelilingnya serta mereka bisa dapat rasakan sentuhan serta rasa – jadi contoh mereka bisa mengenali pemangsa tanaman mengonsumsi daunnya dari rasa air liur herbivora itu.

Disamping itu, riset baru menunjukkan tanaman bisa mengerti isyarat listrik, suhu, kemampuan elektromagnetik, logam kuat, patogen, gravitasi serta yang lain.

Jadi apa kita harus memakai kata “kecerdasan” saat mengulas tanaman?

“Memang seharusnya!” kata Prof Novoplansky, “Saya tidak lihat permasalahan bila kita lakukan ini.”

Serta bagaimana dengan pandangan jika tanaman mempunyai lima indera seperti manusia?

“Mereka mempunyai lebih dari cuma lima indera,” kata Prof. Rick Karban.

Tema berkaitan

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*